Sejarah dan Contoh Liberalisme

Diposting pada

Sejarah dan Contoh Liberalisme – Ideologi dan paham di dunia ini sangat banyak. Para penganutnya di dalam suatu negara juga banyak dengan idealisme yang berbeda-beda. Namun, isme yang paling dianut dan disukai adalah aliran liberalisme.

Pengertian Liberalisme

Liberalisme adalah sebuah aliran filsafat politik yang didasarkan pada argumen bahwa kebebasan adalah nilai politik tertinggi dan vital. Aliran ini sudah muncul dan berkembang di eropa pada abad pertengahan dengan dua karakteristik sebagai penyebabnya, yaitu:

  1. Anggota masyarakat terikat dalam sistem kekuasaan
  2. Pola jalinan system berkarakter statis

Sejarah Singkat Liberalisme

Pada awal kemunculannya, liberalisme banyak dianut oleh kalangan agamawan utamanya kaum protestan. Sedangkan tokohnya yang populer adalah Benjamin Constant. Dia berharap hubungan antara individu, agama dan negara bisa ditinjau ulang. Karena konsep tersebut diterima oleh masyarakat banyak, maka kalangan katolik juga banyak yang mengadopsinya.

Di kala itu, mereka mulai mengkritisi kebijakan gereja dan para pemukanya termasuk yang beraroma dogmatis dan ajaran. Hal ini dilakukan pertama kali di gereja katolik Roma Italia sebagai basis terbesar umat katolik.

Contoh Liberalisme

Di dalam setiap ideologi pasti terdapat contoh-contoh. Begitu juga dengan paham liberalisme. Berikut ini merupakan contoh tersebut yang masih terlihat di jaman ini, yaitu:

  1. Mencita-citakan suatu masyarakat bebas berpikir.
  2. Menolak adanya pembatasan dari pemerintah dan agama.
  3. Adanya pertukaran gagasan yang bebas
  4. Ekonomi pasar Bebas mendukung usaha pribadi
  5. Adanya sistem pemerintahan yang transparan
  6. Menolak pembatasan terhadap pemilikan individu.

Ciri-Ciri Liberalisme

Ciri ciri liberalisme bisa dilihat pada sistem pemerintahan dan kerakyatan pada negara yang menganutnya. Ini dia ciri-ciri tersebut, yaitu:

  1. Anggota masyarakat mempunyai kebebasan intelektual penuh
  2. Pemerintah cuma mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas
  3. Kekuasaan dari seseorang akan orang lain ialah situasi yang tidak baik
  4. Suatu masyarakat dibilang bergembira bila setiap pribadi bergembira.

Itulah narasi singkat tentang sejarah liberalisme dan contohnya. Selanjutnya, kita bisa menyimpulkan, apakah paham ini layak beredar di Indonesia atau tidak. Tentu disesuaikan pula dengan kondisi budaya, ekonomi, politik bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *