Penyebab dan Faktor Terjadinya Urbanisasi

Diposting pada

Penyebab dan Faktor Terjadinya Urbanisasi Pengertian Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dan desa ke kota atau dan kota kecil ke kota besar. Orang yang melakukan urbanisasi disebut urban.

Setidaknya ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya urbanisasi. Pertama adalah faktor pendorong dari desa dan kedua adalah faktor penarik dari kota.

Faktor pendorong dari desa di antaranya terbatasnya kesempatan kerja; lahan yang tidak subur sehingga tak menguntungkan untuk sektor pertanian; fasilitas umum di desa yang minim; upah kerja yang rendah serta kehidupan perdesaan yang monoton. Tak hanya itu, mimpi warga desa untuk memperbaiki kualitas hidupnya juga kerap jadi alasan dia berpindah dari desa ke kota.

Terjadinya bencana alam, seperti banjir dan kekeringan serta pagebluk juga tak pelak memicu berpindahnya penduduk dari desa ke kota. Kejadian-kejadian itu membuat warga desa tak punya pilihan selain harus berpindah dari desa mereka.

Selain faktor pendorong dari desa, ada pula faktor penarik dari kota. Faktor-faktor ini sejatinya sangat erat kaitannya dengan cara pandang (paradigma) masyarakat desa terhadap kultur dan gaya hidup perkotaan.

Tak jarang urbanisasi memang muncul dari adanya mimpi warga desa untuk bisa meraih kesuksesan. Bagi mereka kesuksesan hanya bisa dicapai jika mereka pergi ke tempat baru yang menurut mereka lebih baik ketimbang tempat asal mereka.

Sementara faktor penarik dari kota di antaranya adalah melimpahnya kesempatan kerja; upah kerja yang tinggi; lebih kompletnya fasilitas umum seperti pendidikan, kesehatan, transportasi, serta pusat perbelanjaan.

Paradigma masyarakat desa, khususnya mereka yang haus akan modernisasi membuat hasrat utnuk berpindah ke kota, menjadi tak terbendung lagi.

Itulah sebabnya, segudang ekspektasi dan mimpi, mulai dari perbaikan kualitas hidup, tren, hingga anggapan “orang desa” adalah udik dan “ketinggalan zaman” menjadi alasan bagi warga desa untuk berbondong-bondong pergi ke kota.

Padahal faktor-faktor penarik dari kota ini sebenarnya belum tentu terbukti sepenuhnya. Tak jarang masyarakat desa yang memutuskan berpindah ke kota, justru mengalami hal yang jauh dari ekspektasi yang ia bayangkan sebelumnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *