Pengertian Konveksi Lahan (Penjelasan Lengkap)

Diposting pada

Pengertian Konversi lahan adalah perubahan fungsi sebagian atau seluruh kawasan lahan dari fungsi awalnya menjadi fungsi yang berdampak negatif terhadap lingkungan dan potensi dari lahan itu sendiri (Utomo, dkk 1992; dalam kolokiumkpmipb.wordpress.com 2012).

Alih fungsi lahan yang dimaksud adalah perubahan atau penyesuian dalam peruntukan penggunaan yang disebabkan oleh faktor-faktor yang secara garis besarnya meliputi keperluan untuk pemenuhan kebutuhan penduduk yang semakin bertambah dan meningkatnya tuntutan akan mutu kehidupan agar lebih baik lagi.

Menurut Kustiawan, konversi lahan adalah alih fungsi atau mutasinya lahan secara umum menyangkut transformasi dalam pengalokasian sumber daya lahan dari suatu penggunaan ke penggunaan lainnya.

Konversi laham merupakan suatu konsekuensi logis dari meningkatnya aktivitas dan juga jumlah penduduk beserta proses dalam pembangunan lainnya.

Pada dasarnya konversi lahan juga merupakan hal yang wajar, tetapi pada kenyataannya, konversi lahan malah menjadi masalah. Hal itu dikarenakan konversi lahan terjadi di atas lahan pertanian yang masih produktif.

Irawan (2005) mengatakan bahwa konversi lahan pertanian pada dasarnya terjadi akibat dari adanya persaingan dalam pemanfaatan lahan pertanian dengan non pertanian.

Persaingan dalam pemanfaatan lahan tersebut muncul akibat dari adanya tiga fenomena sosial dan ekonomi diantaranya keterbatasan sumber daya lahan, pertumbuhan penduduk yang semakin pesat dan juga pertumbuhan ekonomi.

Sihaloho (2004) membagi konversi lahan menjadi tujuh pola atau tipologi, diantaranya adalah :

  1. Konversi gradual (berpola sporadis)

Konversi gradual ini dipengaruhi  oleh dua faktor utama yaitu karena kurangnya lahan atau lahan yang tidak produktif dan juga karena ekonomi yang mendesak pelaku konversi.

  1. Konversi sistematik (berpola ‘enclave’)

Konversi sisyematik ini ada dikarenakan lahan yang kurang produktif , sehingga konversi dikakukan dengan serempak dengan tujuan untuk meningkatkan nilai tambah pada lahan tersebut.

  1. Konversi yang disebakan sebagai respon atas pertumbuhan penduduk

Konversi lahan yang ada karena disebabkan oleh respon atas pertumbuhan penduduk yang pesat disebut juga dengan konversi adaptasi demografi, dimana semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk, lahan semakin terkonvensi untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal.

Baca Juga : Morfologi Tanaman Markisa

  1. Konversi karena disebabkan oleh adanya masalah sosial

Konversi ini disebebkan oleh dua faktor yaitu ekonomi yang mendesak dan juga perubahan kesejahteraan.

  1. Konversi tanpa beban

Faktor yang mempengaruhinya ialah keinginan untuk mengubah hidup agar menjadi lebih baik dari keadaan saat ini dan ingin keluar dari kampung.

  1. Konversi adaptasi agraris

Konversi adaptasi agraris ini terjadi karena adanya masalah perekonomian yang mendesak dan juga keinginan untuk berubah dari masyarakat dengan tujuan untuk meingkatkan hasil pertanian.

  1. Konversi multi bentuk atau tanpa bentuk

Faktor yang mempengaruhi konversi ini ada berbagai faktor, khususnya adalah faktor peruntukam untuk perkantoran, sekolah, koperasi, perdagangan, termasuk juga sistem waris yang tidak dijelaskan dalam konversi demografi.

Baca Juga : Bioteknologi Bagi Pertanian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *