Pengertian Jangka Sorong dan Fungsi Jangka Sorong

Diposting pada

Pengertian Jangka Sorong dan Fungsi Jangka Sorong – Pengertian Jangka sorong adalah alat yang digunakan untuk mengukur benda dan tingkat ketelitian yang jauh lebih teliti dibandingkan dengan penggaris dan alat ukur lain.

Jangka sorong terbagi menjadi dua bagian pengukur, yaitu bagian cembung dan bagian cekung.

Bagian cembung berfungsi untuk mengukur panjang benda, sementara bagian cekung berfungsi untuk mengukur diameter dalam suatu benda.

Bagian dalam jangka sorong memiliki sebuah skala utama sepanjang 1 mm dan 10 skala yang lebih kecil bernama skala nonius atau juga disebut skala vernier.

Jangka sorong terdiri dari dua jenis, yaitu jangka sorong analog atau jangka sorong manual dan jangka sorong digital.

Jangka sorong manual adalah jangka sorong yang pengukurannya perlu dilakukan secara manual.

Sementara itu, jangka sorong digital adalah jangka sorong yang pengukurannya menggunakan digital.

Akibatnya, pada jangka sorong digital tidak perlu lagi dilakukan perhitungan karena hasil pengukuran akan langsung ditampilkan.

Baca Juga : Pengertian Baterai

Jangka sorong sendiri berfungsi untuk:

  • Mengukur diameter bagian luar sebuah benda
  • Mengukur diameter bagian dalam sebuah benda
  • Mengukur kedalaman sebuah benda
  • Mengukur ketebalan sebuah benda

Cara membaca jangka sorong pun sedikit berbeda dengan menggunakan alat ukur lain seperti penggaris atau meteran.

Cara membaca jangka sorong secara garis besar terdiri dari pembacaan skala utama dan pembacaan skala nonius.

Membaca skala utama diambil dari garis bagian atas skala jangka sorong yang paling dekat dari sebelah kiri dengan garis nol pada skala nonius di bawahnya.

Skala utama memiliki panjang 1mm, sehingga apabila garis paling dekat dengan garis nol skala nonius adalah 2 garis setelah angka 2, maka nilai yang didapat adalah 2,2 cm atau 22 mm.

Setelah membaca skala utama, cari garis lain yang pada skala nonius yang tepat bertemu dengan garis pada skala utama. Garis pada skala nonius tersebut menunjukan ukuran yang lebih detail.

Contohnya, garis pada skala nonius yang bertemu tepat pada garis skala utama adalah 3, maka nilai pengukuran yang didapat adalah 0,03 cm atau 0,3 mm.

Kemudian, jumlahkan hasil pengukuran skala utama dengan pengukuran skala nonius. Hasil penjumlahannya adalah ukurang dari benda tersebut. Hasil dari pengukuran benda tersebut adalah 2,2 cm + 0,03 cm = 2,23 cm.

Baca Juga : Pengertian Amperemeter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *