Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Rotan

Diposting pada

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Rotan – Rotan adalah hasil hutan bukan kayu / HHBK yang memiliki potensi besar di bidang ekonomi saat ini ternyata memiliki banyak keunikan yang salah satu diantaranya adalah batang – batangnya menyimpan banyak air sehingga apabila ditebas salah satu batangnya maka akan mengeluarkan air yang bisa membantu untuk bertahan hidup di alam.

Di samping itu banyak keunikan – keunikan yang lainnya dimiliki di dalamnya yang mana jenis HHBK ini cukup beragam oleh karena itu untuk mampu mengenal lebih dekat dengan tanaman pemanjat / perambat ini marilah anda simak artikel kami tersebut di bawah ini.

Klasifikasi Rotan

Kelompok / Kriteria Keterangan
Kingdom Plantae
Subkingdom Viridiplantae
Divisi Spermatophyta
Sub divisi Angiospermae
Kelas Magnoliopsida
Ordo Palmales
Famili Palmae
Genus Calamus L

Mengenal Morfologi Tanaman Rotan

Rotan dikenal sebagai salah satu tanaman yang tumbuh merambat atau memanjat pada pohon – pohon besar sebagai penopangnya. Hal ini disebabkan oleh adanya sulur pemanjat rotan yang muncul dan tumbuh melalui ruas – ruas batang tumbuhan dengan memiliki panjang yang bervariasi. Beberapa jenis rotan tidak memiliki sulur namun mempunyai duri – duri di sepanjang batangnya yang dapat membantu rotan untuk mampu memanjat atau merambat.

Baca Juga : Bioteknologi Bagi Pertanian

Batang tanaman rotan berbentuk bulat atau segitiga memanjang yang panjangnya mampu mencapai puluhan meter, dengan panjang dan diameter sangat bervariasi tergantung jenisnya yang mana batang tumbuhan ini beruas – ruas dan dibatasi oleh buku – buku. Pada bagian batang tanaman adalah terbanyak dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Nah berdasarkan atas cara tumbuh batangnya, tanaman ini bisa dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu tumbuh soliter / tunggal dan tumbuh berumpun. Tanaman yang tumbuh soliter hanya dipanen satu kali saja dan tidak dapat beregenerasi kembali dari tunggul – tunggul yang terpotong sedangkan yang tumbuh berumpun mampu melakukan regenerasi kembali dari tunggal yang terpotong sedangkan yang akan tumbuh berumpun dapat beregenerasi kembali dan mampu tumbuh secara terus menerus.

Rumpun rotan terbentuk oleh berkembangnya tunas – tunas yang dihasilkan melalui kuncup ketiak pada bagian bawah batang. Batang juga ditumbuhi oleh daun majemuk dan pelepah daun yang tumbuh menutupi ruas – ruas batang dengan panjang, lebar, dan bentuk daun sangat bervariasi tergantung jenisnya.

Daun – daun dari rotan memiliki fungsi fotosintesis yang hampir mendekati sempurna yang memiliki duri – duri kecil di bagian pinggirnya sebagai salah satu bentuk pertahankan diri. Daun ini pada umumnya mampu tumbuh menghadap ke bagian dalam sebagai penguat mengaitkan batang pada tanaman penopangnya atau inangnya.

Tanaman rotan termasuk ke dalam tanaman berbunga majemuk yang terbungkus oleh seludang yang mana bunga jantan dan bunga betina pada umumnya berumah satu namun terdapat beberapa jenis rotan yang memiliki bunga berumah dua. Pada jenis bunga yang berbunga dua, penyerbukan yang terjadi dibantu oleh serangga ataupun angin. Memiliki bunga yang ukurannya relatif kecil dan memiliki 3 putik bunga betina sedangkan bunga jantan mempunyai 5 benang sari. Tumbuhan ini mempunyai buah yang berbentuk bulat, bundar oval, atau lonjong bersisik berbentuk trapezium dan tersusun dengan rapi secara vertikal dari toksis buah.

Sistem perakaran rotan adalah berupa sistem perakaran serabut dengan warna akarnya bervariasi mulai dari putih keabu – abuan lalu berubah kekuningan hingga kehitaman.

Mengenal Habitat Rotan

Rotan adalah salah satu jenis tanaman yang mampu tumbuh dengan subur di daerah yang beriklim subtropics maupun tropis seperti di Indonesia yang habitatnya mampu tumbuh dengan sendiri secara garis besar di daerah berawa, tanah yang kondisinya agak kering hingga pegunungan. Tumbuhan ini pada umumnya tumbuh pada daerah – daerah yang memiliki ketinggian antara 300 s/d 1000 mdpl yang mana semakin tinggi suatu tempat maka tumbuhan ini sangat jarang ditemukan. Juga jarang ditemukan di daerah berkapur.

Rotan mampu tumbuh pada daerah yang memiliki curah hujan antar 2000 s/d 4000 mm per tahun yang menurut tipe iklim Schmidt dan Ferguson, tanaman ini mampu tumbuh di daerah – daerah beriklim basah dengan suhu udara antara 24 s/d 30 derajat C. Tanaman ini tumbuh dengan cara merambat / memanjat pohon – pohon di sekitarnya yang lebih tinggi dan kokoh memiliki tingkat pertumbuhan batang lebih cepat dan panjang serta memiliki jumlah batang dalam satu rumpun yang lebih banyak. Ini dikarenakan rotan ini memperoleh intensitas cahaya matahari yang lebih banyak.

Mengenal Sebaran Tumbuhan Rotan

Yang dimaksud dengan rotan adalah salah satu tanaman khas daerah tropika yang sangat mudah ditemukan di daerah – daerah yang berdekatan dengan garis khatulistiwa yaitu tumbuhan dengan area penyebaran adalah di Afrika, India, Srilangka, Tiongkok Selatan dan Indonesia. Keanekaragaman jenis ini banyak dijumpai di Asia Tenggara dan merupakan salah satu komoditas penting setelah kayu. Di Indonesia sendiri salah satu komoditi kehutanan ini terbanyak ditemukan di Sumatera, Jawa Sulawesi, Kalimantan, dan Nusa Tenggara.

Mengenal Jenis – Jenis Rotan

Rotan di Indonesia dikenal sebagai salah satu hasil hutan bukan kayu yang saat ini berpotensial untuk dibudidayakan dalam skala besar yang mana diperkirakan sekitar 350 jenis tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sedangkan jenis rotan yang ada di dunia saat ini sudah mencapai ratusan dengan terdiri dari 13 marga yang tersebar di seluruh dunia yang mana 9 marga diantaranya mampu tumbuh subur di wilayah Indonesia saja seperti calamus, ceratolobus, daemonorops, korthalsia, myrialepis, pogonotium, plectocomia, plectocomiopsis, dan retispath.

Diketahui bahwa calamus dan daemonorops merupakan dua marga diantara 9 marga yang mempunyai nilai ekonomi tinggi sedangkan calamus merupakan marga yang terbesar ada jika dibandingkan dengan yang lainnya.

Peraturan pemerintah nomer 7 tahun 1999 menjelaskan bahwa Indonesia memiliki daftar sejumlah jenis rotan yang terancam punah salah satunya adalah jenis tumbuhan dari famili arecaceae sedangkan tercatat 20 jenis yang langka dan dilindungi oleh pemerintah.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang klasifikasi dan morfologi tanaman rotan, semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Baca Juga : Pengertian Konveksi Lahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *