Cara Budidaya Jahe Merah Dalam Karung
Cara Budidaya Jahe Merah Dalam Karung

Cara Budidaya Jahe Merah Dalam Karung

Diposting pada

Cara Budidaya Jahe Merah Dalam Karung – Di Indonesia dikenal ada banyak sekali jenis rempah – rempah yang pemanfaatannya beragam mulai dari dalam bentuk buah, kulit batang pohon, rimpang, daun, bunga hingga akar dan lain sebagainya. Untuk jenis rempah rimpang kebanyakan yang digunakan adalah umbi seperti temulawak, lengkuas, kencur, kunir dan jahe itu sendiri.

Dari semua jenis rempah tersebut di atas, jahe merupakan salah satu jenis rempah yang terbanyak dimanfaatkan. Tidak hanya berguna sebagai bahan dasar minuman saja melainkan bermanfaat sebagai bahan untuk memasak khususnya bagi anda pecinta ‘seafood’, aroma khas dari jahe serta kandungan nutrisi di dalamnya ampuh buat menghilangkan bau amis yang ada di dalam ikan laut.

Kandungan Nutrisi Di Dalam Jahe

Di dalam jahe terdapat kandungan nutrisi sebagai berikut : ‘Fluoride’, ‘Asam Amino’, ‘Antioksidan’, ‘Polifenol’, ‘Quercetin’, ‘Kaempfrol’, ‘Myricetin’, ‘Kafein’, ‘Kalsium’, ‘Fosfor’, ‘Zingirona’, ‘Zingiberol’, ‘Bisabolena’, ‘Filandrena’, Air, dan Vitamin A, C, dan E.

Begitu banyaknya kandungan nutrisi di dalam rimpang jahe menyebabkan rempah yang satu ini banyak digemari orang.

Bagi anda yang berniat untuk budidaya jahe merah maka ada beberapa cara praktis dan ekonomis bisa anda lakukan mulai dari rumah seperti pada halaman belakang / pekarangan rumah dengan memanfaatkan media karung.

Cara Menanam Jahe Dengan Media Karung

1. Benih Jahe

Langkah awal adalah menyiapkan benih jahe pilihan yaitu bisa menggunakan jahe yang sudah tua dan berkualitas baik, berikut ini pe jelasannya :

  • Menanam jahe sebenarnya sangat mudah untuk dilakukan sekalipun bagi pemula, karena tanaman yang satu ini sangat mudah beradaptasi dan tumbuh pada sembarang lahan, anda bisa mendapatkan benih unggul dengan mudah pada toko – toko yang menjual bibit rempah / buah dan tanaman hias lainnya sekitar anda tinggal. Pilihlah jenis jahe yang ingin anda tanam.
  • Jenis – jenis jahe yang umum dibudidayakan di Indonesia adalah mulai dari jahe biasa yang dimanfaatkan untuk memasak, jahe merah dan jahe gajah.
  • Setelah anda mendapatkan jenis jahe pilihan sesuai dengan tujuan anda hendak mengembangkan budidaya tanaman jahe maka langkah selanjutnya adalah memilih benih jahe pilihan. Benih bisa anda dapatkan dari induk jahe yang sudah tersedia dan berumur tua dengan ciri – ciri yaitu agak kering dari rimpang jahe lainnya dan mempunyai ‘sidilit’ ujung atau mata tunas.
  • Selanjutnya simpan benih jahe pada tempat yang sejuk dan selanjutnya anda dapat memulai langkah berikutnya.

2. Memilih Bibit Jahe

Terlebih dahulu siapkan media semai, anda hanya membutuhkan tanah yang subur, pupuk dan wadah semai. Untuk wadah semai bisa menggunakan ‘tray’, kaleng – kaleng bekas, ember – ember bekas, ataupun ‘polybag’.

Langkah kedua adalah mencampurkan tanah humus dan pupuk dengan perbandingan 2 : 1. Campur secara merata dengan memakai alat ataupun tangan.

Masukkan ke dalam wadah yang sebelumnya sudah anda pilih dan siapkan, sisakan ruang di bagian atas dari wadah dengan ukuran ketinggian mencapai sekitar 5 s/d 7 Cm dimana hal ini bertujuan agar saat anda hendak memindahkan wadah, tanah tidak mudah tumpah.

Siapkan lubang tanam dengan kedalaman ukuran 2 Cm dan pada masing – masing lubang tanam diberi jarak sekitar 5 s/d 10 Cm.

Benih jahe dimasukkan ke dalam masing – masing lubang tanam dimana untuk setiap lubang tanam hanya dapat memasukkan satu buah benih saja.

Selanjutnya tutup lubang dengan memakai tanah campuran dan sedikit dipadatkan, buat gundukan guna mencegah terjadinya pengikisan tanah terlalu banyak saat melakukan penyiraman.

Penyiraman dilakukan setiap sore dengan tujuan untuk dapat menjaga kelembaban dari tanah dalam media tanam, hindari menyiram tanah secara berlebihan karena justru dapat menyebabkan akar mudah membusuk sehingga proses pembibitan menjadi gagal.

Perawatan wajib dilakukan secara rutin hingga benih menjadi bibit dengan ketinggian sekitar 5 s/d 10 Cm.

Baca Juga :

3. Penyiapan Media Tanam

Pertama – tama adalah siapkan karung yaitu yang bagus adalah karung dari jenis karung beras atau karung goni dan karung tepung. Yang terbaik disarankan adalah dari karung beras karena karung goni atau karung tepung menyimpan serat kain yang memiliki daya serap cukup tinggi. Serat inilah yang nantinya akan menyerap kandungan air saat anda hendak melakukan penyiraman dan jika cuaca tak menentu maka karung akan mudah berjamur.

Setelah menemukan karung yang cocok, tekuk setengah bagian karung pada bagian atas ke bagian dalam sehingga karung tidak terlalu panjang dimana ini bertujuan untuk mempermudah anda dalam mengisi dengan media. Selanjutnya anda dapat mengisi karung tersebut dengan tanah campuran.

Campurkan tanah, sekam, dan pupuk dengan memakai perbandingan antara lain sebagai berikut : 2 : 1 : 1, sisakan ruang kosong pada bagian atas lahan sekitar 10 Cm sehingga tanah tidak mudah tumpah ketika media hendak dipindahkan.

Siapkan lubang tanam dengan masing – masing kedalaman sekitar 5 Cm dimana masing – masing jumlah lubang tanam dapat anda sesuaikan dengan lebar dan besar dari karung beras yang anda gunakan.

Semakin lebar dan besar karung beras yang digunakan, maka anda dapat menanam lebih dari 1 bibit. Untuk ukuran yang digunakan adalah karung beras kecil, anda hanya dapat menanam sekitar 1 hingga 2 bibit jahe.

Jaga jarak sekitar 3 s/d 5 Cm untuk masing – masing lubang tanam, lalu masukkan bibit jahe ke dalam lubang – lubang tanam. Tutup masing – masing lubang dengan tanah campuran lalu padatkan sedikit agar bibit dapat berdiri dengan kokoh.

Buat sedikit gundukan tanah di sekitar batang tanaman jahe untuk mencegah terjadinya pengikisan sebagai akibat penyiraman.

Guna menjaga kelembaban tanah maka siram dengan air secara rutin setiap hari, hindari terlalu berlebihan ketika anda hendak menyiram tanaman jahe sehingga tidak memicu munculnya penyakit busuk akar.

4. Perawatan Dan Panen

Usai menanam jahe dalam media tanam, anda juga harus melakukan perawatan hingga panen sebagai berikut :

Lakukan penyiraman sehari sebanyak 1 s/d 2 kali disesuaikan dengan kondisi kelembaban tanah pada media tanam. Anda dapat melakukan pemupukan lanjutan untuk tahap kedua dan penyiangan masing – masing setiap 2 minggu sekali. Jahe dapat anda panen pada waktu memasuki usia 8 hingga 9 bulan setelah masa tanam dengan ciri yang ditunjukkan adalah sebagai berikut daun terlihat mulai mengering. Untuk memanen, anda dapat menggunakan alat tertentu sehingga jahe tetap terjaga kondisinya tidak mengalami cacat / kerusakan.

Itulah beberapa langkah dalam bagaimana cara budidaya jahe merah dalam karung, semoga informasi singkat tersebut di atas bermanfaat bagi para pembaca.

Sumber : Agrotek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *