Tujuan, Fungsi, Manfaat dan Prinsip SOP

Diposting pada

Tujuan, Fungsi, Manfaat dan Prinsip SOP – Menurut Endah Nur Fatima dan teman-teman, tujuan terpenting dari pembuatan Standar Operasional Prosedur adalah untuk membagikan langkah-langkah dan pegangan kerja supaya aktivitas di sebuah perusahaan dapat terkendalikan. Adapun Tujuan SOP lainnya, sebagai berikut:

  1. Menjaga ketetapan kinerja setiap karyawan, tim, serta unit pekerja.
  2. Menjadikan lebih mudah proses pemantauan dan kegunaan kendali dari setiap langkah kerja.
  3. Menjadikan lebih mudah dalam mengetahui kegagalan, ketidaktepatan langkah kerja, serta keadaan yang memungkinkan terjadi seperti penyelewengan tanggung jawab pegawai.
  4. Menjadikan lebih mudah proses pengetahuan staf sesuai dengan sistem yang diatur dan merata.
  5. Menjauhi kegagalan-kegagalan dalam menjalankan pekerjaan.
  6. Menjauhi kesalahan, ketidakpastian, plagiat, dan membuang waktu yang.
  7. Menjaga suatu kelompok atau instansi dari beberbai bentuk kegagalan administrasi.
  8. Menjelaskan keterangan yang berikan dokumen-dokumen yang diperlukan dalam menjalankan kerja.
  9. Menggunakan waktu dengan cermat saat program pelatihan, karena Standar Operasional Prosedur tersusun secara uraian.
  10. Memberikan keterangan alur kerja, wewenang, serta tanggung jawab setiap instansi di setiap tempat.

Standar Operasional Prosedur juga menjelaskan secara rinci proses kerja yang berlangsung secara teratur yang juga akan membantu unit perusahaan dalam melindungi kualitas pengendalian agar unit tersebut tetap stabil. Beberapa fungsi SOP, yaitu:

  1. Mempermudah tugas karyawan atau tim kerja.
  2. Sebagai pedoman bila terjadi kesalahan yang fatal.
  3. Mempermudah kita melacak dan mengetahui dengan rinci gangguan-gangguan.
  4. Menunjukkan karyawan untuk menjadi pekerja yang disiplin.
  5. Menjadi panduan dalam menjalankan aktivitas di suatu unit secara rutin.

Sesuai dengan pengertian Standar Operasional Prosedur juga perlu memenuhi prinsip-prinsip SOP dalam suatu perusahaan atau unit kerja sebagai berikut;

  • Komitmen

Standar Operasional Prosedur juga memerlukan komitmen baik untuk karyawan maupun deretan petinggi perusahaan.

  • Konsitensi

Karena sudah termasuk dalam panduan kerja, maka SOP harus dilakukan secara tetap dari masa ke masa dengan siapapun peran dan kondisinya.

  • Mengikat

Walaupun SOP bersifat penuh semangat terhadap kelancarann, dalam praktiknya SOP juga bersifat mengikat bagi siapapun perannya. Mau itu karyawan atau petugas harus menyempurnakannya sesuai dengan prosedur yang sudah dijelaskan SOP.

  • Terdokumentasi

Setiap langkah yang tertulis di dalam SOP, maka harus diakukan dokumentasi dengan baik. Sehingga menjadikan referensi bagi karyawan yang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *