Sistem dan Fungsi Sistem Reproduksi Ayam Betina

Diposting pada

Sistem dan Fungsi Sistem Reproduksi Ayam Betina – Organ reproduksi pada ayam betina terdiri dari ovarium dan oviduct. Pada ovarium terdapat banyak folikel dan ovum. Oviduct terdiri dari infudibulum, magnum, isthmus, kelenjar kerabang telur dan vagina.

Ovarium

Ovarium terletak pada daerah cranial ginjal diantara rongga perut dan rongga dada pada garis punggung sebagai penghasil ovum. Ovarium sangat kaya akan kuning telur atau yang disebut yolk. Ovarium terdiri atas dua lobus besar yang banyak berisi folikel-folikel. Ovarium biasanya terdiri antara 5 sampai 6 ovum yang telah berkembang dan sekitar 3.000 ovum yang belum masak yang berwarna putih.

Yolk merupakan tempat disimpannya sel benih ( discus germinalis) yang posisinya pada permukaan dipertahankan oleh latebra.

Yolk dibungkus oleh lapisan membrane folikuler yang kaya akan kapiler darah, yang bertugas untuk mensuplai komponen penyusun yolk melalui aliran darah menuju discus germinalis. Ovum juga dibungkus oleh suatu membrane vitelin dsn ovum masak membrane vitelina dibungkus oleh membrane folikel.

Stigma adalah bagian yolk mempunyai suatu lapisan yang tidak mengandung pembuluh kapiler darah. Pada bagian stigma inilah akan terjadi perobekan selaput folikel kuning telur, sehingga telur akan jatuh dan masuk ke dalam ostium yang merupakan mulut dari infundibulum.

Setelah ayam dewasa ovarium juga memproduksi hormone estrogen. Hormone ini memacu pertumbuhan saluran reproduksi dan merangsang terjadinya kenaikan Ca, protein, lemak dan substansi lain dalam darah untuk pembentukan telur.

Estrogen juga merangsang pertumbuhan tulang pinggul dan brutu. Progesterone juga dihasilkan oleh ovarium, yang berfungsi sebagai hormone releasing factor di hypothalamus untuk membebaskan LH dna menjaga saluran telur berfungsi normal.

Oviduct

Oviduct terdapat sepasang dan merupakan saluran penghubung antara ovarium dan uterus. Pada unggas oviduk hanya satu yang berkembang biak dan satunya mengalami rudimeter. Bentuknya panjang dan berkelok-kelok dan merupakan bagian dari ductus Muller .

ujungnya melebar membentuk corong dengan tepi yang berjumbai. Oviduk terdiri dari lima bagian yaitu infundibulum atau funnel, magnum, ithmus, uterus atau shell gland dan vagina.

  1. Infundibulum atau papilon, panjang dari bagian ini adalah 9 cm dan fungsi utama hanyalah menangkap ovum yang masak.
  2. Magnum, merupakan bagian yang terpanjang dari oviduk yaitu 33 cm dan magnum tersusun dari glandula tubuler yang sangat sensible dimana sintesa dan sekresi putih telur terjadi di wilayah ini.
  3. Isthmus yang mengsekresikan membrane atau selaput telur. Panjang dari saluran isthmus adalah 10 cm dan telur berada di sini antara 1 jam 15 menit sampai 1,5 jam. Isthimus terdiri dari dua warna yakni warna merah dan putih. Merah yakni 4 cm terakhir dari isthmus sedangkan putih yakni bagian sisi depan yang berdekatan dengan magnum.
  4. Uterus, disebut pula glandula kerabang telur yang panjangnya 10 cm, pada bagian ini terjadi dua phenomena yaitu hidratis putih telur atau plumping kemudian terbentuk karabang telur.
  5. Vagina, bagian ini hamper dikatakan tidak terdapat sekresi di dalam pembentukan telur. Telur melewati vagina dengan cepat yaitu sekitar 3 menit, kemudian telur dikeluarkan dan 30 menit setelah peneluran akan terjadi ovulasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *