Pengertian Revolusi Bumi

Diposting pada

Pengertian Revolusi Bumi – Ketika berbicara tentang jagat raya, maka hal tersebut mencakup semua yang ada di alam semesta yang menitikberatkan pada tata surya.

Tata surya merupakan kumpulan benda-benda langit yang berinteraksi atau saling berhubungan antara yang satu dengan yang lainnya. Matahari berperan sebagai pusat tata surya yang kemudian planet-planet mengelilinginya. Selain itu, masih ada asteroid yang memiliki lintasan dimana lintasannya berada di planet Jupiter dan Mars.

Kesemua planet tersebut mengalami revolusi, salah satunya adalah bumi. Di bawah ini akan kami jelaskan definisi rotasi bumi dan hal-hal lain yang terkait dengan revolusi tersebut.

  1. Pengertian Revolusi Bumi

Revolusi bumi merupakan sebuah pergerakan dari peredaran bumi yang mengelilingi matahari. Adapun waktu yang diperlukan bumi untuk bisa mengelilingi matahari yaitu 365 ¼ hari dalam sekali. Inilah yang dinamakan revolusi bumi

Anda juga harus tahu bahwa sebenarnya kedudukan poros bumi tidak tegak lurus dengan bidang eliptika. Akan tetapi, kedudukannya miring pada arah yang sama sehingga menyebabkan terbentuknya sudut 23,5 pada matahari. Melalui sudut tersebut kemudian dilakukan pengukuran garis imajiner yang mengbungkan antara kutub utara dengan kutub selatan yang dinamakan dengan sumbu rotasi.

Terjadinya revolusi bumi disebabkan oleh adanya gaya tarik-menarik yang dilakukan antara matahari dengan bumi. Gerakan tarik-menarik tersebut juga terjadi pada planet yang lain yang masih tergolong ke dalam tata suryanya.

  1. Akibat Revolusi Bumi

Ada beberapa dampak yang ditimbulkan dari revolusi bumi yang terjadi, antara lain:

  • Perbedaan siang dan malam

Akibat revolusi bumi menyebabkan perbedaan di dalam lamanya siang dan malam. Maksudnya, di saat tertentu ada kondisi dimana wilayah tersebut mengalami siang atau malam yang lebih lama dari biasanya. Bahkan di kutub utara sendiri malam hari bisa berlangsung selama 24 jam.

  • Pergantian musim

Pergantian musim juga menjadi dampak dari revolusi bumi. Misalnya daerah tropis mempunyai 2 musim, yakni musim kemarau dan musim hujan. Sementara di daerah sub tropis terdapat 4 musim, yakni musim semi, musim panas, musim hujan, dan musim gugur.

  • Terjadinya gerak semu matahari

Gerak semu matahari ini terjadi di kawasan yang masuk daerah khatulistiwa. Namun juga biasanya terjadi di daerah bagian utara khatulistiwa maupun bagian selatannya. Matahari berposisi di daerah khatulistiwa pada tanggal  maupun garis balik utara pada tanggal 21 Maret.

Baca Juga :

Sementara pada tanggal 23 September seolah-olah bergerak ke utara sampai mencapai 23.5 derajat lintang utara. Ketika ketika tanggal 21 Juni matahari seolah-olah bergerak ke selatan sampai mencapai 23.5 derajat lintang selatan maupun garis balik selatan pada tanggal 22 Desember.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *