Pengertian Hari Kesaktian Pancasila

Diposting pada

Pengertian Hari Kesaktian Pancasila – 1 Oktober adalah peringatan Hari Ajaib Pancasila. Salah satu momen yang membebaskan Negara Indonesia dari pemberontakan G30S / PKI yang menewaskan para jenderal terbaik di Indonesia.

Peringatan hari kesaktian Pancasila berdasarkan A. Kardiyat Wiharyanto, salah satu dosen di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta pada dasarnya adalah untuk memperkuat peran Pancasila sebagai dasar bangsa dan visi kehidupan bangsa. Sebagai basis negara, Pancasila memiliki peran strategis sebagai basis dasar suatu negara. Selain itu, Pancasila memiliki makna sebagai pedoman dasar untuk mengatur administrasi negara yang mencakup bidang ideologi, politik, ekonomi, budaya sosial dan pertahanan dan keamanan.

Di tengah pengaruh kekuatan global, kita harus memperkuat dan memperlengkapi diri kita sendiri agar tidak jatuh ke dalam belokan dan belokan zaman. Salah satu caranya adalah dengan mengeksplorasi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Era globalisasi dan modernisasi adalah konsekuensi yang harus diterima oleh semua bangsa di dunia, termasuk Indonesia.

Disadari atau tidak, itu akan berdampak pada kehidupan bangsa dan negara. Dalam beberapa masyarakat yang memiliki tingkat kematangan yang tinggi, globalisasi akan membuat mereka merasa nasionalisme dan patriotisme yang lebih kuat. Meski harus belajar dan bekerja di luar negeri, mereka tetap membela Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Namun, untuk beberapa lapisan masyarakat lainnya, efek globalisasi dan modernisasi secara bertahap mengurangi rasa nasionalisme dan patriotisme mereka. Juga, karena kurangnya pemahaman mereka tentang ideologi Pancasila, juga karena pengaruh ideologi lain yang memaksa mereka untuk tidak memiliki kebanggaan terhadap bangsa dan negara.

Karenanya, peringatan hari kesaktian Pancasila dapat dijadikan kebangkitan bagi kita semua untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme yang cenderung memudar. Nilai-nilai ini adalah apa yang kemudian kita tafsirkan sebagai ghiroh untuk membangun kembali identitas nasional. Bangsa ini dapat berdiri teguh, hanya jika ingin menghidupkan kembali dan sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.

Pancasila merupakan dasar negara dan menjadi sumber hukum yang dapat mengatur masyarakat Indonesia, termasuk dalam berkehidupan politik. Karena itu, partai politik sebagai salah satu infrastruktur politik dan segala sesuatu yang ada dan lahir di negeri ini, wajib tunduk kepada Pancasila.

Peristiwa sejarah yang masih diperdebatkan tentang peristiwa G30S / PKI seharusnya tidak mengubah rasa kepemilikan kita terhadap Pancasila, yang jelas memainkan peran sebagai simbol pemersatu bangsa. Beberapa peristiwa yang terjadi sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 sampai dengan saat ini, pada akhirnya, tidak mengguncang Pancasila sebagai basis negara. Pada peristiwa itu pula kesaktian dari Pancasila diuji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *