Pengertian Filsafat

Diposting pada

Pengertian Filsafat – Setiap yang ada di dunia ini terdiri dari zat. Tubuh manusia, tumbuhan, bahkan segala benda yang tak terlihat namun dapat dirasakan. Alam semesta pun terdiri dari zat.

Bila segala hal terdiri dari zat, lalu siapa yang menciptakan zat tersebut? Apabila kita diciptakan dari zat bagaimana kita bisa berpikir?

Bagaimana kita tahu kalau kita ada di dalam tubuh kita?

bagaimana kita mengenali diri kita?

apakah kita benar-benar kita? apakah bila kita berada di tubuh yang berbeda maka kita adalah kita?. dan apabila kita diciptakan dari zat apakah zat tersebut yang mengatur kita aatau bisakah kita mengatur zat yang mengisi tubuh kita?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut kerap tanyakan saat kita merenungi tentang jati diri atau keberadaan kita, yang lebih dikenal dengan istilah eksistensi.

Pertanyaan yang sering kita pertanyakan dalam kehidupan sehari-hari, entah itu tentang keberadaan, kesadaran atau tentang kebenaran yang membutuhkan pemikiran yang mendalam merupakan salah satu pertanyaan filosofis. Pertanyaan filosofis muncul karena kita berpikir, utamanya berpikir secara kritis, itulah inti dari filsafat.

Filsafat adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang kebijaksanaan. Filsafat atau philosophy berasal dari bahasa Yunani. Phylo berarti cinta dan sophia berarti kebijaksanaan. Sehingga filsafat berarti cinta akan kebijaksanaan.

Mempelajari mengenai kebijaksanaan memang terdengar sedikit absurb. Kebijaksanaan tak memiliki alat ukur objektif. Kebijaksanaan juga tak memiliki angka, dan bersikap bijak menurut satu keyakinan, budaya tentu memiliki perbedaan.

Sehingga bijaksana atau tidak hanya bisa dilihat apabila perilaku bijak tersebut melalui proses berpikir kritis atau tidak. Itulah yang ingin dicapai oleh filsafat.

Yaitu berpikir. Mempertimbangkan dan mempertanyakan segala sesuatunya, mencari jawaban dari sebuah pertanyaan dan walaupun tidak selalu berakhir dengan jawaban namun ada pengetahuan yang didapat dari proses pencarian jawaban tersebut.

Sebagai suatu ilmu filsafat bergantung pada pemikiran rasional. Filsafat mengajarkan kita untuk memikirkan masalah kemanusiaan, yaitu hubungan manusia dengan keberadaan Tuhan, hubungan manusia dengan keberadaan alam semesta serta hubungan manusia dengan keberadaan manusia lain (Hanurawan, 2012). Dalam pendekatannya, filsafat memiliki enam cabang, yaitu

  1. epistemologi : filsafat epistemologi berpusat pada pengetahuan. Hal utama yang dipelajari berpusat apa pengetahuan itu, bagaimana suatu pengetahuan dapat diketahui, apakah yang orang pelajari serta bagaimanakah kita yakin dengan pengetahuan kita.
  2. logika : salah satu poin penting dalam mempelajari filsafat adalah melalui belajar logika. Logika berarti memberikan alasan terhadap suatu hal, alasan ini tentu saja berdasar dari pondasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
  3. metafisika : mempelajari tentang penjelasan mendasar tentang alam dan keberadaan dunia serta alam semesta.
  4. etika : filsafat etika mempertanyakan mengenai moral, konsep baik dan buruk, keadilan, kebaikan.
  5. estetika : filsafat estetika mempelajari mengenai sifat dari suatu keindahan, seni, penciptaan serta apresiasi terhadap hal keindahan.
  6. filsafat politik : dalam filsafat politik, yang dipelajari adalah konsep mengenai keadilan, kebebasan, kepemilikan, serta hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *