Kain Tenun Dari Bali

Diposting pada

Kain Tenun Dari Bali – Endek adalah salah satu kain tenun khas pulau Dewata di Bali. Ada banyak hal menarik dan unik dari kain khas Bali ini yang bisa anda lihat dan dianggap sakral, dalam artian hanya digunakan oleh masyarakat Bali asli saat ada kegiatan – kegiatan keagamaan.

Adapula motif kain andek Bali biasanya dihubungkan terhadap adat dan budaya Bali yang hanya dikenal oleh orang – orang tertentu saja, misalnya keluarga para raja atau keturunan bangsawan di Bali, meskipun dahulu kain ini banyak digunakan oleh para orang tua dari semua kalangan di Bali.

Penggunaan kain endek berbeda – beda sesuai motifnya di masing – masing daerah di Bali, seperti ada motif endek yang bernuansa sakral biasanya diaplikasikan dalam kegiatan upacara keagamaan saja yaitu di pura atau sanggah / mrajan. Motif – motif tersebut menunjukkan rasa hormat si pemakai kepada keberadaan Tuhan Yang Maha Esa.

Sedangkan motif yang mencerminkan nuansa alam dan keindahannya, biasa digunakan untuk acara / kegiatan sosial sehari – hari atau kegiatan umum sehari – hari yang dilakukan oleh warga Bali. Hal ini menyebabkan motif – motif tersebut menjadi berkembang khususnya bagi masyarakat Bali yang mencintai dunia fashion Bali erat kaitannya dengan adat dan budaya setempat.

Adalah A.A Indra Dwipayani, salah satu peserta 10 besar Lomba Wirausaha Muda yang diselenggarakan oleh Pemkot Denpasar setiap tahun, merupakan pemilik bisnis fashion bernama Agung Bali Collection, beliau telah lama berkecimpung dibidang fashion kain endek Bali.

Seperti apakah endek dalam hal ini ? Kain endek sudah mulai banyak digunakan dan disukai oleh masyarakat Bali. Meskipun demikian, motif – motif sakral tetap dipertahankan dan tidak digunakan oleh sembarangan orang kecuali warga Bali yang beragama Hindhu.

Umumnya kain ini diaplikasikan untuk kegiatan upacara, kegiatan sembahyang  ataupun digunakan sebagai busana modern layaknya baju, celana atau gaun yang manis dan serasi digunakan oleh semua kalangan untuk beragam acara dan keperluan.

Sejarah Endek, Kain Tenun Ikat Khas Bali

Pada tahun 1996 – 2006, kain endek sempat mengalami penurunan sebagai akibat dari persaingan produksi kain sejenis dari luar Bali untuk buatan pabrik yang mulai masuk ke pasaran dan banyak disukai oleh masyarakat Bali. Tahun 2007 – 2012 juga mengalami penurunan untuk kedua kalinya (dari berbagai sumber).

Fluktuasi penurunan penjualan kain endek ini sangat dirasakan oleh pebisnis yang menekuninya mulai tahun 2008 – 2010. Hal tersebut disebabkan karena bahan baku yang tersedia sulit didapat, harga benang yang mahal, dan kualitas kain yang dihasilkan tidak sesuai dengan standar produksi kain endek.

Pada jaman dulu, endek mulai berkembang pesat setelah masa kemerdekaan. Perkembangan kain endek pertama kali mengalami kemajuan di Desa Sulang yaitu dimulai pada tahun 1975 dan selanjutnya berkembang lebih maju pada tahun 1985 hingga sekarang. Dapat dilihat pada tahun 1985 – 1995, kain endek mengalami masa – masa kejayaan akibat adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah.

Seperti diketahui, kain ini telah dikreasikan secara turun – temurun dari leluhur Bali, setiap tahun ke tahun kain ini sukses mengalami perkembangan yang memuaskan. Endek mulai berkembang sejak tahun 1985, yaitu pada masa pemerintahan Raja Dalem Waturenggong di Gelgel Klungkung.

Kain endek ini selanjutnya berkembang di sekitar daerah Klungkung. Dan saat ini, Pemerintah Kota Denpasar sedang fokus untuk mengembangkan dan membangkitkan kembali potensi kain endek Bali agar semakin dikenal sampai ke tingkat internasional.

Salah satu caranya adalah dengan mewajibkan para PNS Pemkot Denpasar untuk mengenakan baju berbahan kain endek setiap minggunya, dan menyarankan masyarakat Bali untuk menggunakan pakaian endek pada momen – momen tertentu.

Baca Juga : Cara Optimasi Off Page

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *