Fungsi dan Jenis Modal Sosial

Diposting pada

Fungsi dan Jenis Modal SosialModal sosial merupakan sumber daya yang dimiliki oleh masyarakat dalam bentuk norma-norma atau nilai-nilai yang memfasilitasi dan membangun kerja sama melalui jaringan interaksi dan komunikasi yang harmonis dan kondusif. Modal sosial memberi kekuatan dalam beberapa kondisi-kondisi sosial dalam masyarakat.

Unsur dan Komponen Modal Sosial 

Terdapat tiga unsur, komponen, sumber daya dan elemen penting dalam sebuah modal sosial seperti kepercayaan (trust), nilai dan norma (norms) dan jaringan (networks). Penjelasan ketiga komponen modal sosial tersebut adalah sebagai berikut:

  • Kepercayaan (Trust)

Kepercayaan memiliki fungsi untuk mereduksi atau meminimalisasi bahaya yang berasal dari aktivitas tertentu. Kepercayaan biasanya terikat bukan kepada risiko, namun kepada berbagai kemungkinan.

Kepercayaan memperbesar kemampuan manusia untuk bekerjasama bukan didasarkan atas kalkulasi rasional kognitif, tetapi melalui pertimbangan dari suatu ukuran penyangga antara keinginan yang sangat dibutuhkan dan harapan secara parsial akan mengecewakan.

Kerjasama tidak mungkin terjalin kalau tidak didasarkan atas adanya saling percaya di antara sesama pihak yang terlibat dan kepercayaan dapat meningkatkan toleransi terhadap ketidakpastian (Damsar, 2009:202).

  • Nilai dan Norma (Norms)

Nilai dan norma merupakan hal dasar yang terdapat pada proses interaksi sosial. Nilai dan norma mengacu pada bagaimana seharusnya individu bertindak dalam masyarakat.

Norma adalah bagian dari modal sosial yang terbentuknya tidak diciptakan oleh birokrat atau pemerintah. Norma tercipta melalui tradisi, sejarah, tokoh karismatik yang membangun sesuatu tata cara perilaku seseorang atau sesuatu kelompok masyarakat, didalamnya kemudian akan timbul modal sosial secara spontan dalam kerangka menentukan tata aturan yang dapat mengatur kepentingan pribadi dan kepentingan kelompok (Fukuyama, 1996).

  • Jaringan Sosial (networks) 

Jaringan merupakan ikatan antar simpul (orang atau kelompok) yang dihubungkan dengan media (hubungan sosial) yang diikat dengan kepercayaan. Kepercayaan itu dipertahankan oleh norma yang mengikat kedua belah pihak. Jaringan adalah hubungan antar individu yang memiliki makna subjektif yang berhubungan atau dikaitkan sebagai sesuatu sebagai simpul dan ikatan

Modal sosial mempunyai fungsi sebagai berikut:

  1. Alat untuk menyelesaikan konflik yang ada di dalam masyarakat.
  2. Memberikan kontribusi tersendiri bagi terjadinya integrasi sosial.
  3. Membentuk solidaritas sosial masyarakat dengan pilar kesukarelaan.
  4. Membangun partisipasi masyarakat.
  5. Sebagai pilar demokrasi.
  6. Menjadi alat tawar menawar pemerintah.

Jenis-jenis Modal Sosial 

Menurut Woolcock (2001), ada tiga jenis modal sosial yaitu sebagai berikut:

  1. Social bounding (perekat sosial). Social bounding, yaitu tipe modal sosial dengan karakteristik adanya ikatan yang kuat (adanya perekat sosial) dalam suatu sistem kemasyarakatan. Social bounding biasanya berbentuk nilai, kultur, persepsi, dan tradisi atau adat-istiadat.
  2. Social bridging (jembatan sosial). Social bridging merupakan suatu ikatan sosial yang timbul sebagai reaksi atas berbagai macam karakteristik kelompoknya. Social bridging bisa muncul karena adanya berbagai macam kelemahan yang ada di sekitarnya, sehingga mereka memutuskan untuk membangun kekuatan dari kelemahan.
  3. Social linking (hubungan/jaringan sosial). yaitu suatu hubungan sosial yang dikarakteristikkan dengan adanya hubungan di antara beberapa level dari kekuatan sosial maupun status sosial yang ada dalam masyarakat. Misalnya: Hubungan antara elite politik dengan masyarakat umum.

Baca Juga : Pengertian Mobilitas Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *