Panduan Dan Cara Ternak Kelinci
Panduan Dan Cara Ternak Kelinci

Panduan Dan Cara Ternak Kelinci

Diposting pada

Panduan Dan Cara Ternak Kelinci – Kelinci, salah satu hewan lucu yang kerap dipelihara ini ternyata juga bisa dibudidayakan. Usaha ternak kelinci memang tidak banyak dan biasanya berpusat di beberapa tempat saja. Di indonesia, kebanyakan ternak kelinci akan diambil hasil dagingnya.

Usaha ternak kelinci bisa dibilang menguntungkan karena kelinci mudah beradaptasi dan tergolong mudah berkembang biak.

Biasanya kelinci yang diternakkan adalah kelinci jenis new zealand white dan flemish giant. Walaupun bernama new zealand white, kelinci ini sebenarnya berasal dari Amerika.

Kelinci ini memiliki warna putih dengan mata merah. Kelinci jenis ini memiliki berat rata-rata 5,5kg dan bisa mencapai usia 10 tahun dengan rata-rata melahirkan 10-12 anak tiap satu kali kelahiran.

Jenis kelinci lain yang biasa dibudidayakan untuk diambil dagingnya adalah flemish giant yang bisa mencapai berat 6-10kg.

Kelinci jenis ini biasanya memiliki telinga yang lebar dan tubuh yang panjang dengan bulu berwarna cokelat, putih, abu-abu cerah atau hitam kecokelatan.

Baca Juga : Cara Pengolahan Ikan Beku

Untuk melakukan ternak kelinci, harus dipilih satu pasang indukan yang sehat dengan bobot kelinci betina minimal 4kg dan bobot kelinci jantan minimal 3kg dengan mata yang cerah serta bulu yang bersih terutama di area kelamin.

Setelah menemukan pasangan indukan yang tepat, selanjutnya adalah mempersiapkan kandang yang tepat untuk ternak kelinci. Biasanya, kandang dengan sistem tradisional bisa berupa lahan luas yang dikelilingi oleh pagar sehingga memungkinkan kelinci bebas berkeliaran.

Namun jangan lupa untuk menyediakan tempat berteduh bagi kelinci. Kandang jenis lain yang bisa digunakan untuk peternakan kelinci adalah kandang jenis tertutup yang dibatasi oleh dinding dan atap.

Baik sistem tradisional maupun kandang tertutup tentu memiliki kelebihan dan kelemahan. Kandang dengan sistem tradisional yang berada di lahan yang luas memungkinkan kelinci untuk bisa mencari makan sehingga tak perlu khawatir saat peternak telat memberikan pakan, namun tentu saja sistem tradisional hanya bisa dilakukan di daerah dengan lahan yang luas. Pakan kelinci biasanya bisa berupa sayuran seperti sawi, wortel atau daun singkong serta rumput-rumputan.

Kelinci juga perlu diberi pakan pelet buatan pabrik. Pemberian sayuran dan konsentrat pada kelinci harus diselang-seling.

Pada usia 6-12 bulan, biasanya kelinci sudah siap dikawinkan. Kelinci yang memasuki masa kawin, terutama pada kelinci betina akan menunjukkan tanda-tanda gelisah dan selalu mencari kelinci jantan serta suka menggosokkan dagu di benda sekitarnya atau ke kelinci lain.

Setelah dikawinkan, kelinci biasanya akan memasuki masa kehamilan seama 28-35 hari. Dalam setahun, kelinci bisa hamil sebanyak lima kali dengaan selisih masa kawin 2 minggu sejak melahirkan.

Baca Juga : Cara Budidaya Belut Sawah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *