Cara budidaya tanaman nanas

Diposting pada

Cara budidaya tanaman nanas – Salah satu cara untuk membudidayakan nanas adalah dikembangbiakan dengan

cara vegetatif, yakni menggunakan tunas akar, tunas batang, tunas buah, mahkota buah dan stek batang, dan cara generatif, dengan biji yang ditumbuhkan dengan persemaian, akan tetapi ini jarang digunakan bahkan tidak pernah di lakukan pada budidaya yang

kami kunjungi. Kualitas bibit yang baik harus berasal dari tanaman yang pertumbuhannya normal sehat serta bebas dari gangguan hama dan penyakit.

Penyiapan benih (bibit) tanaman nanas menggunakan daun mahkota dengan memilih buah nanas segar dan memiliki ciri buah yang keras, dengan daun berwarna hijau yang belum berubah warna menjadi kuning atau coklat, daun mahkota yang melekat pada buah nanas dilepas untuk kemudian disimpan dan diletakan pada posisi terbalik. Tujuannya menurut yaitu agar bibit tersebut kering dan tidak mengalami pertumbuhan akar sebelum pindah tanam.

  • Penyiapan Lahan

Waktu persiapan lahan yang paling baik adalah waktu musim kemarau, dengan membuang pepohonan yang tidak diperlukan. Pada masa awal tanam pembentukan bedengan dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah untuk kedua kalinya yang sesuai dengan

sistem tanam yang dipakai. Sistem petakan yaitu dengan cara ratakan tanah, kemudian di sekelilingnya dibuat saluran pemasukan dan pembuangan air. Pembuatan bedengan dilakukan dengan cara membuat bedengan-bedengan selebar 80-120 cm, jarak antar bedengan 90- 150 cm atau variasi lain sesuai dengan teknik budidaya yang digunakan. Tinggi petakan atau bedengan adalah antara 30-40 cm. Teknik penanaman jarak tanam yang digunakan yaitu 50 x 50 cm dengan ukuran lubang tanam kurang lebih 30 x 30 cm. Untuk membuat lubang tanam digunakan cangkul atau tugal.

  • Penanaman nanas

Penanaman dilakukan pada awal musim hujan. Langkah- langkah yang dilakukan: (1) membuat lubang tanam sesuai dengan jarak yang ditentukan; (2) mengambil bibit nanas yang sehat dan baik kemudian ditanami pada masing-masing lubang, satu bibit per lubang tanam; (3) bibit yang telah ditanam kemudian ditimbun dengan cara ditekan pada sekita pangkal batang bibit nanas agar tidak mudah roboh dan akar tanaman dapat kontak langsung dengan air tanah; (4) dilakukan penyiraman hingga tanah lembab dan basah; (5) penanaman bibit nanas jangan terlalu dalam, sekitar 3-5 cm bagian pangkal batang tertimbun tanah agar bibit tidak mudah busuk.

  • Pengairan dan Penyiangan

Karena tanaman nanas tahan terhadap iklim kering, sehingga tidak diperlukan pengairan atau penyiraman. Selain itu juga lokasi budidaya yang terletak pada dataran tinggi di daerah

Subang tepatnya di Kecamatan Jalancagak. Penyiangan dilakukan pada budidya tanaman nanas yaitu dua kali dalam tujuh bulan.

  • Pemupukan

Dalam penanaman nanas, dilakukan pemberian pupuk kandang dengan dosis 20 ton per hektar. Cara pemberian dicampurkan merata dengan lapisan tanah atas atau dimasukkan per lubang tanam. Pemupukan dilakukan setelah tanaman berumur 2-3 bulan dengan pupuk organik. Pemupukan susulan berikutnya diulang tiap 3-4 bulan sekali sampai tanaman berbunga dan berbuah. Jenis pupuk yang digunakan yaitu pupuk kandang sebanyak 5 ton/ ha, pupuk NPK dan urea 62,5 kg. Dilakukan pula pengaplikasian ZPT (zat perangsang tumbuh) dengan cara disiramkan pada tanaman tersebut.

Cara pemberian pupuk adalah dengan dibenamkan ke dalam parit sedalam 10-15 cm diantara barisan tanaman nanas, kemudian tutup dengan tanah. Cara lain dengan disemprotkan pada daun terutama pupuk nitrogen dengan dosis 40 gram urea per liter atau ± 900 liter larutan urea per hektar.

  • Waktu dan kriteria panen

Waktu pemanenan buah nanas dilakukan setelah nanas simadu berumur 24 bulan. Ciri- ciri buah nanas yang siap dipanen a) Mahkota buah terbuka, b) Tangkai buah mengkerut, c) Mata buah lebih mendatar, d) besar dan bentuknya bulat, e) Warna bagian dasar buah kuning, f)Timbul aroma nanas yang harum dan khas.

  • Cara Panen

Tata cara panen buah nanas simadu adalah dengan memilih buah nanas yang menunjukkan tanda-tanda siap panen. Kemudian pangkal tangkai buah dipotong secara mendatar atau miring dengan pisau tajam. Pemanenan dilakukan secara hati- hati agar tidak rusak dan memar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *