Cara Budidaya Tanaman Gambas

Diposting pada

Cara Budidaya Tanaman Gambas – Gambas atau oyong merupakan tanaman semak yang merambat dan buahnya dimanfaatkan sebagai sayur. Tanaman yang meiliki nama latin Luffa Acutangula ini dapat tumbuh dimana saja.

Tanaman ini termasuk jenis tanaman yang tahan terhadap penyakit. Tanaman yang buahnya berbentuk lonjong ini dapat di budidayakan secara massal. Gambas yang termasuk dalam komiditi sayur mayur memiliki nilai jual yang tidak kalah dipasaran.

Gambas memiliki banyak manfaat jika dikonsumsi secara teratur, diantaranya yaitu, mengobati radang usus, diabetes, radang tenggorokan, asma, cacingan, pelancar ASI, dan melancarkan peredaran darah.

Budidaya gambas terbilang mudah dan praktis, anda tidak perlu mengolah tanah dengan intensif. Selain itu tanaman ini mudah dan murah perawatannya.

  • Alat Dan Bahan Yang Dibutuhkan

Siapkan benih yang dapat anda peroleh dari toko pertanian atau dengan membuah benih sendiri. Jika membuat benih sendiri maka pilihlah buah gambas yang sudah berusia tua, dalam kondisi sehat, bentuknya bagus, dan tidak ada tanda – tanda terserang hama.

Keluarkan biji dari buahnya, jemur dibawah sinar matahari dari jam 07.00 – 11.00 atau bisa menjemurnya setelah jam 13.00 hingga sore hari. Seleksi benih dengan merendam benih, lalu pilihlah benih yang tenggelam. Benih yang mengapung tandanya benih kualitasnya kurang baik.

Siapkan pupuk jenis NPK 25 kg, ZA 25 kg, SP – 36 100 kg, KCL 75 kg, Urea 100 kg. Siapkan alat berupa cangkul, kored, tugal, gembor, ember dan beberapa bilah bambu untuk membuat ajir atau para – para.

Sipakan lahan yang baik dengan kondisi tanah mengandung banyak unsur hara, gembur, subur, dan dengan PH 6 – 7. Bersihkan lahan dari tanaman pengganggu seperti rumput dan gulma.

  • Proses Penanaman Dan Pemeliharaan

Buatlah lubang tanam dengan mencangkul tanah kedalaman 20 cm dan lebar 25 cm. Jarak antar lubang tanam sekitar 50 cm. Buat jarak antar baris 2 m. Setelah siap lalu taburkan pupuk kandang ke dalam lubang tanam sebanyak 1 kg / lubang dan diamkan selama 1 hari. Setelah lewat 1 hari masukkan dua benih gambas ke dalam lubang tanam dan tutup tipis – tipis dengan tanah.

Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore hari. Bersihkan lahan dari gulma dengan rentang 2 minggu sekali. Penyiangan pertma kali boleh dilakukan setelah gambas berusia 2 minggu.

Buatlah para – para atau ajir ketika tinggi tanaman gambas mencapai 50 cm. Ajir bisa dibuat dengan bambu berukuran 1,5 m. Buat empat ajir dan tancapkan dimasing – masing sisi area tanam. Bagian atas ajir hubungkan bambu lain sehingga membentuk persegi.

Ketika usia gambas memasuki 2 – 3 minggu, lakukan pemotongan tunas air dan daun yang telah rimbun. Gunakan pisau atau gunting untuk memangkas cabang tua yang sudah berhenti tumbuh.

Pemupukan pertama kali dapat dilakukan ketika usia gambas 2 minggu, kemudian bisa dilakukan kembali pada minggu ke – 4 , ke -6 dan ke – 8  dengan dosis seperlima dari total pemupukan sebelumnya. Cara memupuk dengan membuat lubang 5 cm dari tanaman dan masukkan pupuk ke dalam lubang lalu tutup kembali dengan tanah.

  • Proses Panen Dan Pasca Panen

Gambas dapat dipanen setelah berusia 2 – 3 bulan. Gambas yang siap dipanen berukuran sekitar 20 cm – lebih, warnanya hijau, dan tekstur kenyal. Jika terlalu tua dipanen gambas akan mengandung banyak serat.

Potong pangkal buah dengan gunting atau pisau. Panen gambas pada pagi atau sore hari. Agar gambas tidak mudah rusak, saat pengangkutan dikemas dengan keranjang bambu. Simpan hasil panen dengan suhu dingin antara 10 – 20 derajat celcius.

  • Kendala Dan Solusi Budidaya Tanaman Gambas

Kendala paling umum dalam budidaya tanaman gambas ialah serangan hama dan penyakit. Hama yang paling sering menyerang tanaman gambas adalah ulat daun dan tungau. Hama ini dapat diatasi secara manual dengan memotong daun – daun yang terserang ulat atau dengan memasang perangkap kupu – kupu di beberapa titik.

Untuk menangkal serangan tungau dapat menggunakan mulsa plastik, namu jika ada tanaman yang sudah terjangkit tungau maka segera cabut dan pisahkan.

Sedangkan penyakit yang menyerang adalah embun bulu. Untuk mengatasinya dengan perbaikan sistem saluran drainase dan sanitasi kebun secara rutin.

Baca Juga : Hama dan Penyakit Tanaman Apel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *