Cara Budidaya Belut Sawah

Cara Budidaya Belut Sawah

Diposting pada

Cara Budidaya Belut Sawah – Budidaya belut merupakan salah satu usaha yang bisa dikatakan mudah. Belut biasanya dibudidaya untuk dijual sebagai konsumsi. Belut biasanya bisa didapati di sawah. Namun bagi yang berniat membudidayakan belut, bisa menyiapkan kolam untuk belut. Sama seperti lele, belut bisa dibudidayakan dalam jumlah banyak sekaligus.

Di Indonesia, belut yang banyak dikenal adalah belut sawah dan belut rawa. Kedua belut ini memiliki perbedaan pada postur tubuh. Belut sawah biasanya lebih pendek dan gemuk, sedangkan belut rawa bentuknya ramping dan panjang.

Belut biasanya dibudidayakan secara pemijahan alami dengan membiarkan induk jantan dan betina dalam satu kolam. Hal pertama yang harus diperhatikan ketika memutuskan untuk melakukan budidaya belut adalah proses pemilihan bibit.

Bibit bisa didapat dari hasil tangkapan atau budidaya. Bagi belut yang didapat dari hasil budidaya, ukurannya akan lebih seragam dan bisa tersedia dalam jumlah banyak.

Saat memilih bibit belut, pastikan untuk memerhatikan ukuran dan usahakan agar ukuran belut seragam agar belut yang lebih besar tidak memangsa belut yang ukurannya lebih kecil.

Perhatikan pula apakah belut tidak memiliki luka atau cacat fisik serta terbebas dari penyakit. Waktu budidaya belut biasanya berkisar antara 3-6 bulan tergantung dari segmen yang dikehendaki.

Tahapan kedua yang dilakukan saat melakukan budidaya belut adalah menyiapkan kolam yang akan digunakan untuk budidaya.

Kolam yang akan digunakan untuk budidaya belut sebenarnya tak memiliki persyaratan yang terlalu banyak. Belut bisa dibudidayakan di kolam permanen maupun semi permanen.

Saat masih kecil, belut bisa diletakkan pada air bersih, namun saat dewasa belut biasanya akan terbiasa bila berada di air keruh. Sehingga kolam untuk budidaya belut harus dibuatkan media berupa perairan berlumpur.

Lumpur bisa dibuat sendiri dengan beberapa bahan, yaitu lumpur sawah, kompos, humus, pupuk kandang, jerami padi, pelepah pisang, dedak maupun bahan lain. Cara pembuatan media lumpur bagi belut bisa terlebih dahulu dilakukan dengan membersihkan kolam kemudian meletakkan rajang padi di dasar kolam dengan ketebalan kurang lebih 20cm.

Di atasnya bisa diletakkan pelepah pisang dengan ketebalan 6cm lalu masukkan campuran pupuk kandang, kompos atau humus dengan ketebalan 25cm lalu siram dengan mikroba dekomposer setelah itu barulah timbun dengan lumpur sawah setinggi 15cm, biarkan selama sekitar 1 minggu.

Baca Juga :

Setelah media budidaya selesai disiapkan, kemudian mulailah proses penebaran bibit. Saat melakukan proses ini perhatikan aliran air, jangan sampai air yang mengalir terlalu deras sirkulasinya. Pemberian pakan pun harus diperhatikan, saat memberi pakan belut, usahakan agar tidak terlambat karena belut bisa melakukan kanibalisme saat tak ada makanan.

Pakan belut bervariasi mulai dari larva ataupun cacing. Untuk belut dewasa, biasanya akan diberi pakan ikan, serangga, yuyu, ataupun bekicot. Pakan ini diberikan dengan frekuensi 3 kali sehari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *